Jualbibitpepaya- Pepaya termasuk jenis buah-buahan yang paling populer di indonesia karena banyak ditemukan dan mudah ditanam. Salah satu jenis pepaya yang menjadi varietas unggul adalah pepaya California.

Pepaya ini memiliki rasa yang manis dan daging buah yang banyak.  Oleh karena itu, banyak peminat dan jumlah pepaya yang tumbuh dalam satu pohon juga banyak, peluang usaha menjual atau berkebun pepaya California termasuk menjanjikan.

Buah ini tidak sulit ditanam asal memiliki media penanaman yang benar. Bagi Anda yang ingin mencoba menjalani bisnis tanam dan jual beli pepaya bisa mengikuti informasi yang akan diberikan di sini.

Peluang Usaha Menjaadi Petani Pepaya California

Pepaya jenis ini menjadi pilihan banyak petani atau orang-orang untuk ditanam. Baik untuk budidaya massal, skala kecil, maupun sebatas hobi. Apabila dikonsumsi sendiri akan membuat Anda puas karena hasilnya selalu banyak dan manis, tapi jika Anda benar dalam menanam dan merawatnya.

Apalagi jika dijadikan usaha maka bisa memberikan omset yang cukup besar. Seberapa untungkah apabila kita melakukan usaha tanam dan jual pepaya jenis ini? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Permintaan pasar atau salah satu jenis pepaya yang juga sering disebut pepaya Calina ini sangat besar. Makanya di berbagai pasar lokal dan supermarket besar selalu ada yang menjual pepaya jenis ini. Bobot rata-rata pepaya Calina atau California per buahnya bisa sampai 1,3 kg. Dengan tingginya permintaan tersebut dapat dipastikan bahwa peluang usaha menanam pepaya ini sangat baik.

Tentu saja jika yang diperhatikan hanya keuntungan tapi akan beda lagi jika terjadi masalah ketika penanamannya. Namun tenang saja karena jika Anda tahu cara mengelola lahan yang baik maka usaha Anda bisa sukses. Lalu berbagai kendala juga bisa dihadapi.

Para petani pepaya jenis California bisa mendapatkan pemasukan setiap minggu jika memiliki banyak pohon. Oleh karena itu, dalam suatu minggu pepaya ini dapat dipanen sebanyak 2 kali. Untuk sampai pada tahap ini tentunya perlu kegigihan dan keuletan.

Jika hal itu bisa Anda lakukan maka pepaya ini bisa saja tumbuh subur di lahan yang kering. Meski memang membutuhkan pasokan air yang cukup tetapi banyak petani yang berhasil membudidayakan pepaya jenis ini di tanah kering. Contohnya kisah petani dari daerah Sambeng. Mereka sukses membudidayakan tanaman ini sehingga menghasilkan omset yang besar setiap bulannya.

Di sana pada area dengan luas 1 hektar saja bisa ditanami oleh sekitar 1.500 batang pohon pepaya California. Apabila faktor kegagalan tidak dihitung maka omset perbulan yang bisa didapatkan bisa mencapai 18 juta rupiah setiap hektarnya. Bagaimanna? Menggiurkan, bukan?

Contoh menguntungkannya menjadi petani pepaya jenis ini di atas baru sebagian kecil dari contoh nyata. Dengan ketekunan pula ada petani yang setiap minggunya dapat memanen 2 ton pepaya. Hasil yang didapatkan dari penjualan pepaya tersebut akan lebih besar apabila langsung menjualnya ke pasar. Oleh karena bisa langsung menjual dengan harga tinggi dibandingkan harus dibeli dulu oleh tengkulak.

Apabila setiap minggunya bisa menghasilkan 2 ton pepaya maka setiap bulan bisa sampai 8 ton. Uang yang dihasilkan dari jumlah pepaya yang terjual tersebut bisa mencapai 16 juta rupiah per bulannya. Namun tunggu dulu, apabila berbicara keuntungannya saja pastinya itu sudah angka yang besar. Namun ternyata modal penanaman bisa lebih besar dari itu.

Modal sebesar 50 ribu rupiah sebenarnya sudah mencakup biaya pengolahan lahan sawah lahan pemeliharaan tenaga kerja dan biaya panen. Namun semakin banyak batang pohon pepaya yang harus ditanam smak modalnya semakin besar.

Jumlah modal yang disebutkan di atas tidak mencakup semua batang pohon pepaya yang ditanam. Biasanya setiap 1.000 m2 lahan hanya bisa untuk menampung 200 batang. Jika jumlah batang pohon pepayanya ada di atas 1.000 maka modal yang dikeluarkan bisa sampai puluhan juta rupiah. Kecuali sudah punya lahan sendiri sehingga tidak perlu membayar sewa.

Keuntungan yang didapatkan bisa lebih dari modal apabila pepaya ada pada usia yang produktif. Pada masa ini biasanya hasil panen bisa mencapai 100 kg. Jika harga jual pepaya pada tengkulak per kilogramnnya Rp 2.000 maka untuk menjual 100 kg pepaya per periodenya dapat mendapatkan sekitar Rp 200.000 per pohon.

Jadi bagaimana pun juga peluang usaha pepaya ini sangat menguntungkan meski memang tidak mudah untuk menjadi petani.

Kunci Sukses Budidaya Pepaya Jenis California

Ada banyak kunci kesuksesan dari para petani atau pemilik budidaya pepaya jenis ini. Contohnya dari biji pepaya yang digunakan, cara pemupukan dan lain sebagainya.

Untuk penanaman pohon pertama kali bisa menggunakan biji pepaya yang sudah matang. Supaya hasil tanamannya berbuah manis dan menguntungkan maka pepaya yang diambil bijinya tersebut harus memiliki kualitas yang baik. Anda dapat menemukan pepaya California berkualitas bagus di website www.jualbibitpepaya.com.

Selain itu, tepatnya cara pemupukan dan jenis pupuk yang digunakan akan menjamin kualitas pepaya sebanyak 50%. Kualitas pepaya jenis ini dapat dilihat dari bobot rata-rata nya yang mencapai 1,5 kg. Kemudian bagian luarnya tidak cacat atau mulus.

Cara Panen Pepaya California yang Benar

Cara panen yang benar akan membuat keuntungan yang dihasilkan dari tanaman pepaya lebih banyak. Oleh karena buah yang diambil benar-benar telah masak dan manis. Anda harus mengetahui ciri-ciri pepaya yang sudah siap untuk dipetik.

Pepaya yang masak ada pada tahap keempat dari pertumbuhan pepaya. Tahap pertama, buah masih muda, yaitu masih dalam proses pembentukan dan pertumbuhan. Selanjutnya akan berubah menjadi buah tua yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi hijau. Tahap ketiga akan berubah menjadi buah mengkal. Tanda buah yang berada dalam tahap ini adalah kulit buah sudah mulai menguning apalagi pada bagian ujungnya tapi dagingnya masih keras.

Sesudah tahap tersebut baru buah akan masak. Tanda pepaya yang sudah masak adalah semua bagian kulitnya menjadi berwarna kuning kemerahan atau kuning saja. Ketika itu semua bagian daging juga akan berwarna kuning maupun merah menyala dan telah lunak. Pepaya seperti ini baru bisa Anda ambil karena aromanya telah segar, rasanya telah manis, dan kandungan airnya banyak.

Apabila telah melewati tahap ini maka buah akan terlalu masak atau bonyok karena daging buahnya lembek sekali. Apabila sudah seperti ini maka rasa dagingnya akan pahit dan tidak enak.

Nah, ada harus memperhatikan ciri-ciri buah yang telah masak ini. Jadi ketika dijual, banyak yang beli karena hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Apabila Anda akan memasarkan ke daerah yang jauh maka boleh memetik pepaya yang masih ada pada tahap kemasakan tua. Oleh karena sepanjang perjalanan nanti pepayanya akan mengalami kematangan sendiri meski tidak berada di pohonnya.

Ha lain yang harus Anda perhatikan ketika memanen pepaya adalah menjaga supaya kulitnya tidak terluka atau tergores. Oleh karena akan membuatnya cacat sehingga tidak enak dipandang. Selain itu, adanya goresan pada pepaya akan membuat mikroorganisme masuk ke dalamnya jadi membuat daya simpannya berkurang.

Perhatikan juga cara memetiknya, jangan sampai ada getah yang menetes ke kulit buah, jika terjadi seperti itu maka akan membuat kulitnya jadi terlihat tidak bagus dan kurang menarik.

Itulah informasi tentang peluang usaha menanam pepaya ini. Jika membutuhkan pepaya yang matang dan enak maupun bibitnya, Anda bisa mengunjungi website www.jualbibitpepaya.com.